Pembelajaran Berbasis KECERDASAN BUATAN dalam Pemodelan Perilaku SOSIAL PANCASILA

Judul: Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Buatan dalam Pemodelan Perilaku Sosial Pancasila

Penulis
Sri Yunita
Jamaludin
Oksari Anastasya Sihaloho
Syuratty Astuti Rahayu Manalu
Arief Wahyudi

Editor
Nurainun
Oksari Anastasya Sihaloho

Layouter & Desainer Sampul
Hikmawan Syahputra

ISBN. DALAM PROSES

Penerbit

CV SANGPENA MEDIA
Jl. Musyawarah, Pasar 1, Biru-Biru, Deli Serdang, Sumatera Utara
Narahubung: +62 821-6219-9771 / +62 812-6918-4066
Surel: sangpenamedia@gmail.com | Situs Web: sangpenamedia.id

Sinopsis:
Di era digital saat ini, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mengubah banyak sektor, tak terkecuali dunia pendidikan. Pembelajaran berbasis AI, khususnya yang melibatkan teknologi deep learning, menawarkan potensi besar dalam mengoptimalkan pengalaman belajar siswa. Salah satu penerapan AI yang menjanjikan adalah pemodelan perilaku sosial siswa, yang selama ini seringkali diukur menggunakan metode tradisional yang bersifat subjektif dan kurang efisien. Deep learning, sebagai cabang dari AI, memiliki kemampuan untuk memproses data besar dan kompleks, memungkinkan analisis perilaku sosial siswa yang lebih akurat dan objektif.
Perkembangan kecerdasan buatan dalam bidang pendidikan tidak hanya berimplikasi pada peningkatan efisiensi pembelajaran, tetapi juga membawa perubahan paradigma dalam memahami proses belajar sebagai fenomena kognitif dan sosial yang kompleks. AI memungkinkan analisis perilaku belajar dan interaksi sosial siswa berbasis data (data-driven education), sehingga proses pendidikan tidak lagi hanya bertumpu pada intuisi dan observasi subjektif pendidik. Penelitian-penelitian terkini menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dalam pendidi-kan dapat meningkatkan ketepatan identifikasi kebutuhan belajar siswa, memperkuat personalisasi pembelajaran, serta membantu pendidik merancang intervensi pedagogis yang lebih tepat sasaran (Raup et al., 2022; Zhou et al., 2024).
Dalam konteks Indonesia, transformasi digital pendidikan perlu diarahkan pada penguatan karakter kebangsaan. Pancasila sebagai ideologi negara Indo-nesia bukan sekadar dokumen normatif, melainkan nilai hidup yang menjadi dasar fundamental warga negara dalam melaksanakan kehidupannya sehari-hari, Maka, nilai-nilai Pancasila harus diinternalisasi melalui pengalaman belajar yang nyata dan kontekstual. Pengintegrasian nilai-nilai Pancasila melalui pengalaman belajar merupakan langkah strategis yang bisa dilaksanakan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila pada peserta didik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *