PROSPEK JAMUR TIRAM UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN

Judul
PROSPEK JAMUR TIRAM DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN

Penulis
NOVI PURNAMA SARI, S.P
RISMALAWATI, SP
HENDRA., SP

Editor
HIKMAWAN SYAHPUTRA, M.A

Layouter
JULPAN SIREGAR

Desain Sampul
ANANDA RIZALNI, S.PD

Cetakan I; November
(x + 107 hlm); 15.5 x 23 cm
ISBN. Dalam proses
E-ISBN. Dalam proses
Penerbit

CV. SANGPENA MEDIA

Jl. Musyawarah, Pasar 1, Biru-Biru, Deli Serdang, Sumatera Utara
Email: sangpenamedia@gmail.com
Website: https://sangpenamedia.id/

IKAPI. 089/SUT/2024

HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG
Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini dengan bentuk
dan cara apa pun tanpa izin tertulis dari penulis dan penerbit

SINOPSIS:
Jamur tiram (Pleurotus sp.) sudah cukup dikenal di masyarakat luas, baik di Indonesia maupun di berbagai Negara. Menurut catatan sejarah, jamur tiram sudah dibudidayakan di Cina sejak 1.000 tahun silam. Sementara itu, di Indonesia, jamur tiram mulai dibudidayakan pada tahun 1980 di Wonosobo. Varietas yang umum digunakan adalah jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus), meskipun varietas jamur tiram yang lain ada, pembudidayaannya kurang popular.
Jamur tiram putih adalah salah satu jenis jamur kayu yang banyak di konsumsi oleh masyarakat dengan gizi yang baik, di dalamnya terkandung 9 asam amino esensial dengan kadar protein 19-35%. Secara alami, jamur ini banyak ditemukan tumbuh di batang-batang kayu lunak, seperti pohon kapuk, sengon, damar, dan karet yang telah lapuk atau mati. Idealnya jamur tiram dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian sekitar 600 meter dari permukaan laut di lokasi yang memiliki kadar air sekitar 60% dan derajat keasaman atau pH 6-7.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *