
Judul:
Etika Profesi Keguruan PKn di Era Digital Native Teacher
Penulis
Jamaludin
Sri Yunita
Oksari Anastasya Sihaloho
Syuratty Astuti Rahayu Manalu
Budi Ali Mukmin
Nurainun
Aprianta Tarigan
Tri Girl Laurensia Simbolon
Editor
Jamaludin
Oksari Anastasya Sihaloho
Hikmawan Syahputra
Layouter & Desain Sampul
Hikmawan Syahputra
ISBN. DALAM PROSES
Penerbit
CV SANGPENA MEDIA
Jl. Musyawarah, Pasar 1, Biru-Biru, Deli Serdang, Sumatera Utara
Narahubung: +62 821-6219-9771 / +62 812-6918-4066
Surel: sangpenamedia@gmail.com | Situs Web: sangpenamedia.id
Nomor Induk Berusaha: 0109230166714
Nomor Anggota IKAPI. 089/SUT/2024
Sinopsis:
Guru dan Arenanya
Pendidikan di era digitalisasi menuai kilau layar yang memantulkan cahaya dunia baru bagi penyelenggara pendidikan, terkhusus guru yang menjadi aktor utamanya, seperti petualang di tengah arena yang berubah-ubah dan tidak menentu. Ia berlari, mengejar zaman yang terus berubah, bukan hanya untuk menguasai teknologi, tetapi juga memahami karakter siswa yang terus berkembang. Di dunia yang dipenuhi informasi instan dan koneksi tanpa batas, akhirnya guru dihadapkan pada karakter siswa yang memiliki pikiran yang cepat, tajam, dan selalu ingin tahu. Malangnya para penghuninya kerap terombang-ambing oleh arus deras media sosial dan informasi yang tak terfilter. Guru hadir seperti pembimbing di sebuah petualangan, harus menemukan jalur yang tepat, menghindari rintangan, dan memimpin siswa melalui arena kebingungan ini. Dengan cara yang penuh inovasi, guru harus memastikan agar siswa tetap teguh pada tujuan, menjadi pribadi yang bijak dan kritis di tengah dunia digital yang selalu berkembang.
Namun, lebih dari itu, guru juga harus menyesuaikan diri dengan karakteristik baru siswa yang tak hanya mengandalkan pengetahuan yang mereka dapatkan, tetapi juga dengan cara berpikir yang semakin cepat dan kritis. Siswa saat ini memiliki kemampuan untuk mengakses berbagai informasi dengan mudah, tetapi sering kali terjebak dalam perangkap dunia maya yang penuh dengan hoaks, ujaran kebencian dan pengaruh negatif. Guru dituntut professional karena harus menuntun siswa untuk menyaring informasi dengan bijak dan membimbing mereka untuk mengembangkan keterampilan yang sesuai dengan tantangan zaman yang semakin kompleks, guru harus menerjemahkan kebenaran dan kepastian bagi masa dengan siswa, karena itulah guru akan menjumpai wajah baru bagi profesinya dengan memaknai kembali kemuliaan seorang guru terhadap profesinya di era digital.
Makna kemuliaan seorang guru kerap kali hanya dipandang dari sisi penyandang moral atau nilai-nilai pribadi yang abstrak dan sulit diukur, padahal sebetulnya tanggung jawab seorang guru sangatlah kompleks dan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pemaknaan ini perlu dianalisis secara kritis dengan melihat “kemuliaan” guru sebagai hasil dari tiga aspek utama yang saling terkait yaitu: ketulusan dalam melayani, keahlian teknopedagogis, serta kerendahan hati dalam berpikir.
