
JUDUL:
DESA TANGGUH BENCANA Dalam Perspektif Collaborative Governance
Penulis
Dr. Evi Yunita Kurniaty, S.Sos, M.I.P.
Ayu Delima Hutahaean, S.I.P.
Editor
Hikmawan Syahputra, S.I.P., M.A.
Layouter & Desain Sampul
Hikmawan Syahputra
Cetakan I; Mei 2026
(viii + 254 hlm); 15.5 x 23 cm
ISBN. Dalam Proses
EISBN. Dalam Proses
Penerbit
CV SANGPENA MEDIA
Jl. Musyawarah, Pasar 1, Biru-Biru, Deli Serdang, Sumatera Utara
Narahubung: +62 821-6219-9771 / +62 812-6918-4066
Surel: sangpenamedia@gmail.com | Situs Web: sangpenamedia.id
Nomor Induk Berusaha: 0109230166714 | Anggota IKAPI. 089/SUT/2024
Sinopsis:
Bencana alam merupakan tantangan yang tidak dapat dihindari, terutama bagi Indonesia yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Dalam menghadapi kondisi tersebut, diperlukan upaya penanggulangan bencana yang tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga menitikberatkan pada kesiapsiagaan, pengurangan risiko, dan penguatan kapasitas masyarakat. Buku ini hadir dengan menawarkan perspektif yang komprehensif mengenai pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana. Melalui pembahasan yang sistematis, buku ini menguraikan konsep collaborative governance, kesiapsiagaan bencana, hingga implementasi Desa Tangguh Bencana Desa Gung Pinto. Penulis berhasil memadukan kajian teoritis dengan praktik empiris sehingga memberikan pemahaman yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, baik bencana geologi maupun hidrometeorologi. Kondisi tersebut menuntut adanya perubahan paradigma dalam penanggulangan bencana, dari pendekatan yang bersifat reaktif menuju pendekatan yang lebih preventif, partisipatif, dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi salah satu strategi penting dalam membangun kapasitas masyarakat desa agar mampu mengenali risiko, meningkatkan kesiapsiagaan, serta memiliki kemampuan untuk bertahan dan pulih dari dampak bencana. Buku ini membahas konsep collaborative governance dalam pengembangan Destana dengan menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam penanggulangan bencana. Pembahasan dalam buku ini mencakup konsep dasar collaborative governance, kesiapsiagaan bencana alam, prinsip dan pengembangan Desa Tangguh Bencana, hingga praktik implementasi collaborative governance dalam pengembangan di Destana Gung Pinto. Penulis berupaya menghadirkan pembahasan yang tidak hanya teoritis, tetapi juga kontekstual dan relevan dengan kondisi kebencanaan di Indonesia.
