{"id":481,"date":"2023-12-10T04:52:27","date_gmt":"2023-12-10T04:52:27","guid":{"rendered":"https:\/\/sangpenamedia.id\/?p=481"},"modified":"2023-12-11T04:00:49","modified_gmt":"2023-12-11T04:00:49","slug":"peran-insektisida-botani-terhadap-tanaman-bawang-merah-yang-terserang-hama-ulat-grayak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sangpenamedia.id\/index.php\/2023\/12\/10\/peran-insektisida-botani-terhadap-tanaman-bawang-merah-yang-terserang-hama-ulat-grayak\/","title":{"rendered":"Peran Insektisida Botani Terhadap Tanaman Bawang Merah yang Terserang Hama Ulat Grayak"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/sangpenamedia.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Peran-Insektisida-300x228.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"228\" class=\"alignnone size-medium wp-image-483\" srcset=\"https:\/\/sangpenamedia.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Peran-Insektisida-300x228.jpeg 300w, https:\/\/sangpenamedia.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Peran-Insektisida-1024x777.jpeg 1024w, https:\/\/sangpenamedia.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Peran-Insektisida-768x583.jpeg 768w, https:\/\/sangpenamedia.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Peran-Insektisida-1536x1165.jpeg 1536w, https:\/\/sangpenamedia.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Peran-Insektisida-1320x1002.jpeg 1320w, https:\/\/sangpenamedia.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Peran-Insektisida-600x455.jpeg 600w, https:\/\/sangpenamedia.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Peran-Insektisida.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Judul<br \/>\nPeran Insektisida Botani dalam Pengendalian Hama Ulat Grayak pada Tanaman Bawang Merah<\/p>\n<p>Penulis:<br \/>\nSumitro<\/p>\n<p>Editor<br \/>\nHikmawan Syahputra<\/p>\n<p>Layouter:<br \/>\nHikmawan Syahputra<\/p>\n<p>Desain Sampul<br \/>\nAnanda Rizalni, S.Pd.<\/p>\n<p>Cetakan Pertama; Desember 2023<br \/>\n(x + 58 hlm); 15 x 23 cm<\/p>\n<p>ISBN. Dalam Proses<br \/>\nE-ISBN. Dalam Proses<\/p>\n<p>Sinopsis:<br \/>\nMelalui buku \u201cPeran Insektisida Botani Terhadap Tanaman Bawang Merah yang Terserang Hama Ulat Grayak\u201d ini, penulis ingin menyakinkan bagi para pembaca bahwa insektsida botani dapat menjadi alternatif yang strategis di dalam pertanian dan pengembangan hortikultura. Selain bahannya murah dan gampang didapat, tentu akan lebih sehat karena bahanya mudah terurai di alam sehingga residunya mudah hilang sehingga relatif aman bagi manusia dan lingkungan, jika dibandingkan dengan insektisida kimia. Maka atas dasar itu, buku ini secara umum dibahas melalui tujuh bagian utama. Pertama, membahas tentang latar belakang, standing opinion atau rasionalisasi dari pembahasan tema buku ini. Kedua, secara khusus mengulas tentang tanaman bawang merah. Ketiga, pengenalan tentang ulat Grayak, penyebaran dan efek yang disebabkan. Keempat, membahas tentang Insektisida Botani, mulai dari penjelasan kebermanfaatan dan kegunaannya hingga proses pembuatannya. Kelima, pengetahuan tentang hal-hal yang harus dipersiapkan dan proses yang harus dilalui di dalam pengaplikasian insektisida botani terhadap tanaman bawang merah yang terserang ulat Grayak. Keenam, pembahasan tentang hasil dan implikasi dari pengendalian hama ulat Gayak pada tanaman bawang merah menggunakan insektisida buatan. Ketujuh, epilog, berupa simpulan dan upaya rekomendasi dalam perbaikan dan pengembangan produksi ata hasil tanaman bawang merah yang lebih unggul ke depan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Judul Peran Insektisida Botani dalam Pengendalian Hama Ulat Grayak pada Tanaman Bawang Merah Penulis: Sumitro Editor Hikmawan Syahputra Layouter: Hikmawan Syahputra Desain Sampul Ananda Rizalni, S.Pd. Cetakan Pertama; Desember 2023 (x + 58 hlm); 15 x 23 cm ISBN. Dalam Proses E-ISBN. Dalam Proses Sinopsis: &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":483,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-481","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/sangpenamedia.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Peran-Insektisida.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sangpenamedia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/481","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sangpenamedia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sangpenamedia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sangpenamedia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sangpenamedia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=481"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/sangpenamedia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/481\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":484,"href":"https:\/\/sangpenamedia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/481\/revisions\/484"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sangpenamedia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/483"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sangpenamedia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=481"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sangpenamedia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=481"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sangpenamedia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=481"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}