{"id":837,"date":"2025-11-28T04:46:42","date_gmt":"2025-11-28T04:46:42","guid":{"rendered":"https:\/\/sangpenamedia.id\/?p=837"},"modified":"2025-11-28T04:46:42","modified_gmt":"2025-11-28T04:46:42","slug":"pembelajaran-berbasis-kecerdasan-buatan-dalam-pemodelan-perilaku-sosial-pancasila","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sangpenamedia.id\/index.php\/2025\/11\/28\/pembelajaran-berbasis-kecerdasan-buatan-dalam-pemodelan-perilaku-sosial-pancasila\/","title":{"rendered":"Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Buatan dalam Pemodelan Perilaku Sosial Pancasila"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/sangpenamedia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/C-PEMBELAJARAN-BERBASIS-KECERDASAN-300x217.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"217\" class=\"alignnone size-medium wp-image-838\" srcset=\"https:\/\/sangpenamedia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/C-PEMBELAJARAN-BERBASIS-KECERDASAN-300x217.jpg 300w, https:\/\/sangpenamedia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/C-PEMBELAJARAN-BERBASIS-KECERDASAN-1024x742.jpg 1024w, https:\/\/sangpenamedia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/C-PEMBELAJARAN-BERBASIS-KECERDASAN-768x556.jpg 768w, https:\/\/sangpenamedia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/C-PEMBELAJARAN-BERBASIS-KECERDASAN-600x435.jpg 600w, https:\/\/sangpenamedia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/C-PEMBELAJARAN-BERBASIS-KECERDASAN.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Judul:<br \/>\nPembelajaran Berbasis Kecerdasan Buatan dalam Pemodelan Perilaku Sosial Pancasila<\/p>\n<p>Penulis<br \/>\nSri Yunita<br \/>\nJamaludin<br \/>\nOksari Anastasya Sihaloho<br \/>\nSyuratty Astuti Rahayu Manalu<br \/>\nArief Wahyudi<br \/>\nNurainun<br \/>\nAdelina Sitanggang<br \/>\nAndre Dwi Putra Sinaga<\/p>\n<p>Editor<br \/>\nJamaludin<br \/>\nOksari Anastasya Sihaloho<br \/>\nHikmawan Syahputra<\/p>\n<p>Layouter &#038; Desain Sampul<br \/>\nHikmawan Syahputra<\/p>\n<p>Cetakan I; Desember 2025<br \/>\n(viii + 104 hlm); 11.4 x 15.7 cm<\/p>\n<p>ISBN. DALAM PROSES<\/p>\n<p>Penerbit<\/p>\n<p>CV SANGPENA MEDIA<\/p>\n<p>Jl. Musyawarah, Pasar 1, Biru-Biru, Deli Serdang, Sumatera Utara<br \/>\nNarahubung: +62 821-6219-9771 \/ +62 812-6918-4066<br \/>\nSurel: sangpenamedia@gmail.com | Situs Web: sangpenamedia.id<\/p>\n<p>Nomor Induk Berusaha: 0109230166714 | Nomor Anggota IKAPI. 089\/SUT\/2024<\/p>\n<p>Sinopsis:<br \/>\nPendahuluan<br \/>\nDi era digital saat ini, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mengubah banyak sektor, tak terkecuali dunia pendidikan. Pembelajaran berbasis AI, khususnya yang melibatkan teknologi deep learning, menawarkan potensi besar dalam mengoptimalkan pengalaman belajar siswa. Salah satu penerapan AI yang menjanjikan adalah pemodelan perilaku sosial siswa, yang selama ini seringkali diukur menggunakan metode tradisional yang bersifat subjektif dan kurang efisien. Deep learning, sebagai cabang dari AI, memiliki kemampuan untuk memproses data besar dan kompleks, memungkinkan analisis perilaku sosial siswa yang lebih akurat dan objektif.<br \/>\nDalam konteks pendidikan, pemahaman terhadap perilaku sosial siswa seringkali terbatas pada observasi manual oleh guru yang belum tentu dapat menangkap kompleksitas interaksi sosial di dalam kelas. Menurut Zhou, metode tradisional ini tidak dapat mengidentifikasi semua dimensi dari perilaku sosial yang terjadi di lingkungan pembelajaran. Di sinilah deep learning dapat memberikan solusi dengan menggali pola tersembunyi dalam perilaku siswa yang mungkin tidak terdeteksi melalui pendekatan konvensional (Zhou et al. 2024).<br \/>\nPemodelan perilaku sosial siswa, dalam hal ini, dapat dikaitkan dengan gaya belajar siswa yang beragam, seperti yang dijelaskan oleh Honey dan Mumford. Gaya belajar, yang terdiri dari aktivis, reflektif, teoretis, dan pragmatis, mencerminkan preferensi individu dalam menerima dan memproses informasi. Penerapan teknologi AI dalam analisis perilaku sosial siswa dapat membantu mendeteksi gaya belajar dominan dan mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih adaptif untuk mendukung capaian akademik siswa secara lebih maksimal. Selain itu, lingkungan belajar yang kondusif juga mempengaruhi perkembangan perilaku sosial siswa. Penerapan pendekatan seperti self-organized learning environment dalam pendidikan kewarganegaraan, misalnya, tidak hanya menanamkan pemahaman tentang konsep kewarganegaraan, tetapi juga membentuk karakter siswa agar menjadi individu yang kolaboratif, kritis, dan bertanggung jawab (Yunita 2022).<br \/>\nNamun, meskipun teknologi AI memiliki potensi besar, banyak sekolah di Indonesia yang belum memanfaat-kan teknologi ini secara optimal. Laporan (Brown and Goolsbee 2002) menyebutkan bahwa sekitar 40% sekolah di Indonesia masih kekurangan fasilitas untuk memanfaatkan teknologi dalam memodelkan perilaku sosial siswa, yang menimbulkan kesenjangan signifikan dalam pemanfaatan potensi teknologi pendidikan. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk mengembangkan model AI yang dapat memetakan perilaku sosial siswa berbasis nilai-nilai Pancasila, dengan harapan dapat memberikan solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia di era Revolusi Industri 4.0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Judul: Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Buatan dalam Pemodelan Perilaku Sosial Pancasila Penulis Sri Yunita Jamaludin Oksari Anastasya Sihaloho Syuratty Astuti Rahayu Manalu Arief Wahyudi Nurainun Adelina Sitanggang Andre Dwi Putra Sinaga Editor Jamaludin Oksari Anastasya Sihaloho Hikmawan Syahputra Layouter &#038; Desain Sampul Hikmawan Syahputra Cetakan I; &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-837","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sangpenamedia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/837","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sangpenamedia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sangpenamedia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sangpenamedia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sangpenamedia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=837"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sangpenamedia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/837\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":839,"href":"https:\/\/sangpenamedia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/837\/revisions\/839"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sangpenamedia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=837"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sangpenamedia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=837"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sangpenamedia.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=837"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}