
Judul
API DI DASAR LAUT MENURUT ALQUR’AN DAN SAINS
Penulis
Siti Galuh Khaliliyah Nuha, S.Th.I., S.Pd.I
Editor
Hikmawan Syahputra
Ananda Rizalni
Layouter
Ananda Rizalni
Desain Sampul
Hikmawan Syahputra
Cetakan I; November 2024
(x + 186 hlm); 14.8 x 21 cm
ISBN. Dalam proses
E-ISBN. Dalam proses
Sinopsis:
Untuk memudahkan para pembaca dalam memahami kajian“Api di Dasar Laut Menurut Alquran Dan Sains” dalam buku ini, penulis menggunakan ayat pokok yaitu QS. Ath-Thûr ayat 6, dan sebagai pendukung atau penjelas menggunakan QS. At-Takwir ayat 6 dan QS. Al-Infithar ayat 3.
Kajian di dalam buku bertujuan untuk menjawab masalah pokok yakni Alquran dan Sains dengan rincian,
1. Dapat mengetahui serta memahami tentang api di dasar laut menurut Alquran.
2. Dapat memahami tentang adanya api di dasar laut menurut Sains.
Penulisan buku ini disandarkan pada studi kepustakaan (liblary research), dan menggunakan pendekatan Tafsir. Dimana proses pengumpulan data dan dalil dilakukan melalui pendekatan Tafsir Maudhu’i. dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Menentukan, memilih atau menetapkan tema, masalah atau topik Alquran yang akan dibahas, atau di kaji secara maudhuiy.
2. Kemudian melacak dan menghimpun ayat-ayat yang berhubungan dengan pembahasan yang telah ditetapkan, dengan cara melihat kepada kitab al-mu’jam al- Mufahras li Alfaż Alquran al-Karim karya Muhammad Fuad Abd. al-Baqi.
3. Setelah itu mengelompokkan ayat-ayat tersebut berdasarkan waktu turunnya (adanya pemisahan antara ayat Makkiyah dan Madaniyah), serta menyusunnya berdasarkan kronologis masa turunnya ayat, disertai dengan pengetahuan mengenai latar belakang turunnya ayat atau iasbab an-Nuzul (jika ada).
4. Menentukan munasabah ayat-ayat tersebut di dalam masing-masing surat.
5. Selanjutnya membuat out line, yaitu menyusun tema pembahasan di dalam kerangka yang pas dan tepat, sistematis, sempurna, dan utuh.
6. Melengkapi pembahasan dengan hadîś- hadîś, riwayat sahabat dengan pokok bahasan, jika dipandang perlu, sehingga pembahasab menjadi semakin sempurna dan jelas.
7. Lalu mempelajari serta mengkompromikan seluruh ayat tersebut secara tematik dan menyeluruh dengan cara menghimpun ayat-ayat yang mengandung pengertian yang serupa, atau semakna, mengkompromikan antara ayat yang ‘am dan khas, mutlaq dan muqayyad, mengsingkronkan ayat-ayat yang lahirnya nampak kondradiktif, menjelaskan ayat-ayat nasakh dan mansukh, sehingga pada akhirnya terlihat keseluruhan ayat bertemu dalam satu muara dan menjadi satu kesatuan yang utuh antara masing-masing ayat, tanpa adanya perbedaan dan kontradiksi atau tindakan pemaksaan terhadap sebagian ayat kepada makna-makna yang sebenarnya tidak tepat.
8. Terakhir, merumuskan kesimpulan.

