Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Buatan dalam Pemodelan Perilaku Sosial Pancasila

Judul:
Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Buatan dalam Pemodelan Perilaku Sosial Pancasila

Penulis
Sri Yunita
Jamaludin
Oksari Anastasya Sihaloho
Syuratty Astuti Rahayu Manalu
Arief Wahyudi
Nurainun
Adelina Sitanggang
Andre Dwi Putra Sinaga

Editor
Jamaludin
Oksari Anastasya Sihaloho
Hikmawan Syahputra

Layouter & Desain Sampul
Hikmawan Syahputra

Cetakan I; Desember 2025
(viii + 104 hlm); 11.4 x 15.7 cm

ISBN. DALAM PROSES

Penerbit

CV SANGPENA MEDIA

Jl. Musyawarah, Pasar 1, Biru-Biru, Deli Serdang, Sumatera Utara
Narahubung: +62 821-6219-9771 / +62 812-6918-4066
Surel: sangpenamedia@gmail.com | Situs Web: sangpenamedia.id

Nomor Induk Berusaha: 0109230166714 | Nomor Anggota IKAPI. 089/SUT/2024

Sinopsis:
Pendahuluan
Di era digital saat ini, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mengubah banyak sektor, tak terkecuali dunia pendidikan. Pembelajaran berbasis AI, khususnya yang melibatkan teknologi deep learning, menawarkan potensi besar dalam mengoptimalkan pengalaman belajar siswa. Salah satu penerapan AI yang menjanjikan adalah pemodelan perilaku sosial siswa, yang selama ini seringkali diukur menggunakan metode tradisional yang bersifat subjektif dan kurang efisien. Deep learning, sebagai cabang dari AI, memiliki kemampuan untuk memproses data besar dan kompleks, memungkinkan analisis perilaku sosial siswa yang lebih akurat dan objektif.
Dalam konteks pendidikan, pemahaman terhadap perilaku sosial siswa seringkali terbatas pada observasi manual oleh guru yang belum tentu dapat menangkap kompleksitas interaksi sosial di dalam kelas. Menurut Zhou, metode tradisional ini tidak dapat mengidentifikasi semua dimensi dari perilaku sosial yang terjadi di lingkungan pembelajaran. Di sinilah deep learning dapat memberikan solusi dengan menggali pola tersembunyi dalam perilaku siswa yang mungkin tidak terdeteksi melalui pendekatan konvensional (Zhou et al. 2024).
Pemodelan perilaku sosial siswa, dalam hal ini, dapat dikaitkan dengan gaya belajar siswa yang beragam, seperti yang dijelaskan oleh Honey dan Mumford. Gaya belajar, yang terdiri dari aktivis, reflektif, teoretis, dan pragmatis, mencerminkan preferensi individu dalam menerima dan memproses informasi. Penerapan teknologi AI dalam analisis perilaku sosial siswa dapat membantu mendeteksi gaya belajar dominan dan mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih adaptif untuk mendukung capaian akademik siswa secara lebih maksimal. Selain itu, lingkungan belajar yang kondusif juga mempengaruhi perkembangan perilaku sosial siswa. Penerapan pendekatan seperti self-organized learning environment dalam pendidikan kewarganegaraan, misalnya, tidak hanya menanamkan pemahaman tentang konsep kewarganegaraan, tetapi juga membentuk karakter siswa agar menjadi individu yang kolaboratif, kritis, dan bertanggung jawab (Yunita 2022).
Namun, meskipun teknologi AI memiliki potensi besar, banyak sekolah di Indonesia yang belum memanfaat-kan teknologi ini secara optimal. Laporan (Brown and Goolsbee 2002) menyebutkan bahwa sekitar 40% sekolah di Indonesia masih kekurangan fasilitas untuk memanfaatkan teknologi dalam memodelkan perilaku sosial siswa, yang menimbulkan kesenjangan signifikan dalam pemanfaatan potensi teknologi pendidikan. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk mengembangkan model AI yang dapat memetakan perilaku sosial siswa berbasis nilai-nilai Pancasila, dengan harapan dapat memberikan solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia di era Revolusi Industri 4.0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *