
JUDUL:
Pendidikan Karakter Siswa: Konsep, Nilai, dan Implementasi di Sekolah
Penulis
Dr. Nurmadiah, S.Ag., S.Pd., M.Pd., MA.
Editor
Hikmawan Syahputra, S.I.P., M.A.
Layouter & Desain Sampul
Hikmawan Syahputra, S.I.P., M.A.
ISBN. Dalam proses
Penerbit
CV SANGPENA MEDIA
Jl. Musyawarah, Pasar 1, Biru-Biru, Deli Serdang, Sumatera Utara
Narahubung: +62 821-6219-9771 / +62 812-6918-4066
Surel: sangpenamedia@gmail.com | Situs Web: sangpenamedia.id
Nomor Induk Berusaha: 0109230166714 | Nomor Anggota IKAPI. 089/SUT/2024
SINOPSIS:
Dalam era globalisasi dan disrupsi informasi saat ini, penguatan karakter siswa menjadi hal yang sangat mendesak. Tidak cukup hanya dengan pencapaian akademik, siswa perlu dibekali dengan nilai-nilai moral dan sosial yang kokoh agar mampu menghadapi tantangan zaman dengan integritas dan tanggung jawab. Buku ini merangkum berbagai aspek karakter siswa yang esensial, seperti karakter demokratis, mandiri, peduli sosial, komunikatif, religius, jujur, toleran, disiplin, kerja keras, kreatif, hingga cinta damai dan peduli lingkungan.
Setiap bab disusun secara sistematis dengan memuat pengertian, urgensi, bentuk perilaku, strategi pengembangan, serta tantangan dan solusi yang dapat diterapkan oleh guru, orang tua, maupun pemangku kebijakan pendidikan. Buku ini juga dilengkapi dengan studi kasus dan praktik baik yang dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan karakter siswa di berbagai jenjang pendidikan.
Pendidikan karakter merupakan konsep pendidikan yang menempatkan nilai-nilai moral dan etika sebagai inti dari proses pembelajaran. Secara konseptual, pendidikan karakter tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan (cognitive domain), tetapi juga pada pembentukan sikap (affective domain) dan perilaku nyata (psychomotor domain) peserta didik. Dengan demikian, pendidikan karakter bertujuan membentuk pribadi siswa secara utuh dan seimbang.
Secara etimologis, istilah karakter berasal dari bahasa Yunani charassein yang berarti “mengukir” atau “memahat”. Makna ini menunjukkan bahwa karakter merupakan sesuatu yang dibentuk secara bertahap melalui proses pendidikan dan pembiasaan yang berkelanjutan. Karakter bukanlah sifat bawaan semata, melainkan hasil internalisasi nilai yang diwujudkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari.
Lickona (1991) mendefinisikan pendidikan karakter sebagai upaya terencana untuk membantu seseorang memahami, merasakan, dan melakukan nilai-nilai moral yang baik. Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter mencakup tiga komponen utama, yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral action. Ketiga komponen ini saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan; pengetahuan tentang nilai harus diikuti oleh kesadaran emosional dan diwujudkan dalam tindakan nyata (Lickona, 1991).
Sementara itu, menurut Zuchdi (2011), pendidikan karakter adalah proses penanaman nilai-nilai luhur yang bertujuan membentuk kepribadian peserta didik agar memiliki integritas moral, tanggung jawab sosial, dan komitmen terhadap nilai-nilai kebajikan. Pendidikan karakter tidak hanya diajarkan melalui mata pelajaran tertentu, tetapi diintegrasikan dalam seluruh aktivitas pembelajaran dan budaya sekolah (Zuchdi, 2011).
