BATIK MELAYU SERDANG Warisan Budaya dalam Kreasi Batik Kontemporer

Judul:
BATIK MELAYU SERDANG
Warisan Budaya dalam Kreasi Batik Kontemporer

Penulis
Dr. Wahyu Tri Atmojo, M.Hum.
Prof. Dr. Zulkifli, M.Sn.
Drs. Misgiya, M.Hum.
Drs. Sriwiratma, M.Si.
Dr. Tengku Ratna Soraya, S.Pd., M.Pd.

Editor
Hikmawan Syahputra

Layouter
Hikmawan Syahputra

Desain Sampul
Hikmawan Syahputra

Cetakan Pertama; Agustus 2026
(xii + 186 hlm); 15.5 x 23 cm

ISBN. Dalam Proses

Penerbit
CV. SANGPENA MEDIA

Sinopsis:
Batik merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya yang memiliki kemampuan untuk terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Namun, perkembangan tersebut akan memiliki makna yang lebih kuat apabila tetap berpijak pada kekayaan budaya yang hidup di lingkungan masyarakat. Buku ini memperlihatkan salah satu upaya tersebut melalui eksplorasi ornamen Melayu dan motif Serdang yang dikembangkan menjadi sumber penciptaan batik tulis. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kekayaan budaya lokal tidak hanya dapat dipelajari dan didokumentasikan, tetapi juga dapat ditransformasikan menjadi karya kreatif yang memiliki nilai estetis sekaligus nilai budaya.
Salah satu kekuatan buku ini terletak pada pembahasannya yang tidak berhenti pada hasil akhir karya. Pembaca diajak memahami proses penciptaan secara bertahap, mulai dari pengenalan sumber budaya, eksplorasi dan pengembangan gagasan, perancangan motif, proses pencantingan, pewarnaan, pelorodan, hingga analisis terhadap karya yang telah diwujudkan. Sepuluh karya batik tulis yang disajikan menjadi bagian penting dalam buku ini karena memperlihatkan beragam kemungkinan pengolahan motif daun Serdang, daun tembakau, daun sirih, unsur titik, serta tumpal pucuk rebung ke dalam komposisi batik.
Lebih jauh, buku ini menempatkan Batik Melayu Serdang tidak semata-mata sebagai produk seni dan kriya, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya dan potensi ekonomi kreatif. Pembahasan mengenai branding, pemasaran digital, pengembangan fashion kontemporer, kolaborasi, pariwisata budaya, pendidikan, regenerasi pengrajin, dan dokumentasi menunjukkan bahwa keberadaan batik memiliki ruang yang luas dalam kehidupan masyarakat. Dengan perspektif tersebut, pengembangan batik dapat berjalan beriringan dengan upaya memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *